Rabu, 31 Agustus 2011

LEBARANNYA SEORANG PEMULUNG

Seorang pemulung yang duduk terdiam dengan raut wajah kesedihan, dan tubuh yang menggigil, dengan tangan'a yang kecil dia coba halau dinginnya pagi. Dengan baju lengan buntung dan celana pendeknya, dia hanya bisa menatap orang2 yang berjalan di depannya. Mungkin di benak hatinya yang terdalam dia berkata "Kapan aku bisa seperti mereka?". Orang yang mengenakan pakaian bagus, mahal, dan serba mall hanya berseliweran tanpa memperdulikan keberadaan si Pemulung tersebut.

Aku yang sedang mengendarai motor bersama kakakku, tanpa sengaja melihat pemulung tersebut. Kasihan sekali pemulung tersebut, lalu aku berhenti sejenak untuk memberikannya berberapa lembar uang. Padahal  hari ini Idul Fitri, tapi mengapa orang-orang yang berseliweran itu tak tau atau tak mau tau tentang keberadaannya. Apakah hina menjadi seorang pemuung?, sebuah pertanyaan yang terlintas di dalam benakku. Ya, mungkin inilah kehidupan, seseorang akan dihormati karena kesuksesannya. Namun begitu, aku tetap bersyukur bahwa diriku masih berharga untuk orang-orang di sekelilingku.